Slider

Apa Sih Rasanya Melahirkan?

Thursday, 10 May 2018



Seumur hidup kita, kita sudah sering dipaparkan sama tontonan atau cerita perempuan yang melahirkan dengan histeris, sakit, teriak-teriak, cakar sana-sini...

Perjuangan perempuan melahirkan anaknya identik dengan "sakit", kita selalu dibilangin melahirkan itu bertaruh nyawa, sungguh pengorbanan dan perjuangan yang besar, seakan-akan semakin kelihatan sakitnya semakin afdol perjuangan. Sehingga persalinan menjadi hal yang "menakutkan" bagi sebagian perempuan, karena selalu itu yang diperlihatkan...

Padahal, persalinan adalah proses yang sangat natural. Tubuh kita sudah didesain dengan sempurna untuk menjalani tugas yang besar ini. Sejak sebelum hamil, aku sudah fascinated dengan proses persalinan dan suka nonton video-video bersalin yang berjalan dengan damai, jauh dari drama yang kita lihat di televisi. Setelah melahirkan Khalil, aku menyadari betapa KUAT nya perempuan, dan betapa kuatnya aku, dan bikin aku merasa kalau nggak ada yang nggak bisa aku lakukan.

Btw, untuk cerita persalinan Khalil, silahkan liat di Instagram-ku yaaa...

Sampai sekarang ini, masih ada yang suka bilang ke aku "Kata sodara gue gak mungkin lah melahirkan bisa tenang!" atau saat aku bilang aku berencana melahirkan pervagina "Lo bayangin aja 24 jam kontraksi!" "Nggak mungkin bisa nyaman melahirkan tuh sakit banget" daaaan lain-lain. Tentu saja apa yang kita lihat di televisi itu diambil dari dunia nyata, MEMANG melahirkan itu rasanya luar biasa. Ibuku juga melahirkan 3 anaknya dengan cakar-cakar suster... bagaimanapun kita melahirkan anak kita doesn't make us more or less of a mom, we're all the same! Tapi, mungkin nggak sih bersalin dengan lebih nyaman, lebih damai, lebih terhubung dengan tubuh kita yang diciptakan untuk itu? Semua gambaran kalau bersalin harus dengan terpampang jelas sakit banget bikin kita berpikir kalau itu satu-satunya cara... sehingga banyak yang jadi takut, padahal it's a very natural process, dan aku sendiri sudah merasakan kalau BISA lebih nyaman, lebih tenang, tanpa cengkram, cakarin suami. Tapi memang harus diupayakan, harus diingatkan lagi kalau tubuh kita mampu dan gambaran menakutkan itu harus diganti dengan gambaran persalinan yang lebih tenang, damai dan seperti apapun yang kita impikan. Ini kalau mau, kalau nggak juga nggak papa banget... silahkan upayakan persalinan seperti apapun yang kamu inginkan. Kita melatih pikiran kita untuk mempercayai persalinan yang kita impikan itu MUNGKIN, dan pengalaman orang lain yang tidak sesuai adalah hanya pengalaman mereka dan nggak mesti terjadi juga dengan kita. Ini penting, untuk nggak membiarkan pengalaman orang lain yang "negatif" meracuni pikiran kita. Because it all starts there.

Sejak hamil, aku mengupayakan persalinan pervagina yang nyaman, mindful dan aware. Aku ingin tahu segala kemungkinan medis, aku ingin tahu sebab akibat dari apa yang mungkin terjadi, apa yang mungkin dilakukan dokter, kondisi apa yang harus aku cegah, aku perhatikan, dll. Kalau sudah lama baca blog aku, sudah tahu apa aja yang aku lakukan... dan beberapa hal lain yang belum aku tulis.

Hasilnya? Apa sih rasanya melahirkan?

Luar biasa, itu rasanya. Jujur sejujur-jujurnya, bukan sakit yang aku rasakan, tapi seperti mules keram yang awalnya ringan, semakin lama semakin kuat. Rasanya aku berhasil menghapus kata "sakit" dari pikiranku, karena saat hamil juga aku sudah suka bilang "Aku nggak khawatir sih sama nyeri sakit" karena bukan itu yang aku "takutkan". Alhamdulillah. Yang aku ucapkan jadi kenyataan. Sensasinya pun berubah, saat pembukaan kecil 1-5, rasanya ya kaya mules keram aja, setelah pembukaan 7, rasanya seperti mau ngejan yang sulit sekali untuk ditahan. Setelah bukaan 7 ini yang lumayan menantang untuk aku... dan di sini aku menyadari kalau upayaku belum cukup, yang aku lakukan selama 9 bulan kemarin rasanya kurang, kurang bersiap, harusnya bisa lebih baik dari ini, TAPI aku tidak menyesal, jadikan pelajaran untuk kehamilan adiknya Khalil, kalau harus lebih baik dari ini...

Adanya doula Mbak Mila sangat membantu, energi dia dan aku nyambung banget di hari itu, aku merasakan sekali "keberadaan" Mbak Mila untuk aku. Yang aku lakukan sepanjang persalinan bisa dibilang minimal dibanding ibu-ibu lain, di gymball, duduk di atas kasur disangga peanut ball, mengikuti gerakan tubuh (ideomotor response), mengatur napas sebisanya, ngobrol biasa disela-sela kontraksi, di hip squeeze sama Mbak Mila, sedikit jalan dan sedikit standing lunge. Aku juga selalu jaga untuk senyum, selama sebisa aku, setiap aku ingat aku senyum. Aku nggak mau komplain sama sekali karena Alhamdulillah banget diantara kontraksi itu Khalil kasih ruang untuk napas.. Karena aku tau banyak yang kontraksi terus2xan saat sudah mau bukaan lengkap, tapi disela-sela kontraksi aku bener-bener bisa santai biasa aja.

Saat bukaan besar beberapa kali aku bilang ke Mbak Mila "Mbak sulit banget untuk nahan mau ngejan" tapi Mbak Mila selalu pandu napas, dan akupun suka kelepasan ikutin refleks tubuhku untuk ngejan sebelum waktunya, tapi Mbak Mila nggak pernah nyerah dan semangatin aku. Saat IMD pun aku bilang "Mbak aku ngerasa kok aku buyar yah pas sensasi ngejan itu datang..." (intinya aku merasa aku kurang sesuai dengan yang aku harapkan) tapi Mbak Mila bilang "Mbak Adani tuh udah tenang banget loh.. Mbak nggak tau ajaa" Semoga aja bener ya Mbak Mila bukan biar aku seneng aja hahaha <3

Oh iya, jadi ketakutanku adalah ketuban pecah dini, ini yang terus-terusan aku afirmasi dan alhamdulillah jadi realita... ketubanku pecah saat udah bukaan 9-bukaan lengkap. Ketubannya jernih kata Mbak Mila (karena aku nggak bisa lihat udah posisi bersalin).

Mengejan ternyata nggak gampang... aku berkali-kali ngejan salah terus, kurang panjang atau ditahan di mulut. Ini akibat nggak nyempetin senam hamil, jadi belajarnya di tempat. Akhirnya bener juga ngejannya dan pelan-pelan terasa Khalil turun. Bener-bener harus sekuat tenaga, jadi jaga tenaga yah saat persalinan. Alhamdulillah aku masih dijaga Allah saat itu padahal sepanjang persalinan aku nggak makan, dan masih kuat untuk ngejan terus terusan. Harus makan dan banyak minum yaaah ibu ibu! Kalau minum aku masih terus.. dan saat mau pipis pun jalan ke kamar mandi nggak di pispot.

Yang aku ingat hanya saat Khalil crowning dan mulai keluar, itu rasanya panas sekali "di bawah sana" (ini TMI, tapi aku ingin menggambarkan dengan sesungguhnya hahaha) Saat Khalil meluncur keluar itu rasanya nggak bisa diungkapin, saat itu aku ngeblank dan tiba-tiba dia sudah keluar nangis aja pokoknya. Suami betul-betul menyaksikan dari kepala Khalil keluar sampai dia meluncur keluar, kalau aku nggak liat huhu. Aku nangis seada-adanya, suami nangis, aku nggak liat Mbak Mila juga nangis apa nggak, terus Khalil dilap sebentar dan langsung ditaro di dadaku. Saat itu rasanya kaya "wow aneh banget yang tadinya di perut gue sekarang sudah di sini!" Panca pun lupa nggak ngadzanin... sampai aku bilangin "Aa gak mau adzan?" Hahaha. Di sini capek semua hilang, segar banget. Karena dokter sambil jahit-jahit di bawah sana, aku ngobrol tenang, sambil juga kasih tau dokter kalo kerasa "Dok kerasa dok" terus ditambahin lagi anastesi lokal nya deh.

Khalil dengan pintarnya cari puting dan nangkap... Aku bahagia sekali lihat Khalil yang barusan aja melihat dunia dia sangat aware. Langsung lapar dan nyot nyot meskipun aku juga nggak tau kolostrumku udah langsung keluar saat itu atau dia nyot nyot aja, tapi sungguh rasanya priceless, jadi satu-satunya orang yang bisa memenuhi kebutuhan dia, yang dia cari saat lapar dan untuk mendapatkan kenyamanan. Rasanya kayak terlahir kembali. Nggak ada momen dihidupku yang bisa aku bandingkan rasanya dengan momen saat itu.

Ini pengalamanku.

Kalau aku nggak belajar, aku nggak yoga, aku nggak ketemu Mbak Mila, Mbak Ochan, Bu Lanny, nggak baca buku, nggak baca sana sini, nggak rajin gym ball, mungkin persalinanku nggak akan berjalan seperti ini... Meskipun terbilang panjang, mungkin aku nggak akan tau di gym ball jauh lebih nyaman, mungkin aku nggak akan bisa jalan keliling di pembukaan 9, mungkin aku nggak tau caranya atur napas agar lebih tenang, mungkin aku nggak senyum, mungkin aku udah teriak-teriak, cakar sana sini, jambak suami, kesakitan dan mungkin minta epidural/ILA. Banyak sekali yang aku pelajari selama kehamilan ada hasilnya saat bersalin, dan selamanya aku berterima kasih sama orang-orang yang sangat dermawan membagikan ilmunya di mana-mana. Bersyukur juga tinggal di Jakarta di mana cari ilmu sangat mudah.

Yang lucu, saat bersalin bisa dibilang aku nggak ngerasa sakit. Tapi pas mau rendem jahitan (sitz bath), mesti ditemenin suami gemeteran takut sendiri... hahaha.

Mungkin ini aja dari aku... kalau ada yang mau ditanyakan silahkan yaaa.

Much love!


Kenapa Prenatal Yoga (Yoga Hamil)?

Wednesday, 21 March 2018

Sejak masuk trimester 2, prenatal yoga sudah jadi salah satu yang aku tunggu. Sudah cari tau soal prenatal yoga sejak trimester 1 tapi ternyata disarankan mulai setelah usia kehamilan 20 minggu. Dokterku sangat menganjurkan olahraga, salah satunya yoga. Dari sebelum 20 minggu sudah bilang "Yoga dari sekarang aja nggak usah nunggu nanti". Beliau bilang "Nggak ada hubungannya olahraga dan keguguran" (kecuali memang kehamilannya high risk atau ada kontraindikasi lainnya). Prenatal yoga sebenarnya sudah lama ada di Jakarta tapi baru 1-2 tahun terakhir booming karena Instagram. Sungguh aku bersyukur dengan adanya internet, banyak sekali media ibu hamil untuk belajar, support system sekarang lebih mudah dicari.

Berdasarkan segala riset yang dilakukan, akhirnya memilih untuk prenatal yoga di Pro V Clinic, kliniknya pakar dan pengembang hypnobirthing di Indonesia, ibu Lanny Kuswandi, lokasinya di Permata Hijau, Jakarta Selatan. Dari jauh-jauh hari aku booking untuk 1 sesi saat usia kehamilan sudah 21 minggu, karena memang rebutan, hanya tersedia 8 seat per sesi.

Instruktur yoga di Pro V Clinic ada 2, Mbak Mila (@jamilatus.sadiyah) dan Mbak Ochan (@fitriani_chandra), keduanya adalah bidan dan doula. Beda sesi beda instruktur. Yoga pertama kali dibimbing oleh Mbak Ochan, dan langsung merasa cocok di sana dan jatuh cinta. Sebelumnya, aku nggak pernah yoga sama sekali, karena aku orangnya nggak zen jadi lebih suka olahraga yang dinamis, sedangkan yoga fokus ke napas, alignment, dan awalnya kupikir akan terasa 'lambat' gitu. Pokoknya nggak aku banget. Eh ternyata malah ketagihan. Sejak itu seminggu sekali aku prenatal yoga di Pro V Clinic.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kenapa prenatal yoga? Ini jawaban menurutku aja ya, aku bukan pakar, cuman berdasarkan pengalaman sejauh ini.

1. Melatih pernapasan. Penting sekali untuk ibu hamil. Sudah diajarkan beberapa jenis; belly breathing, ujayyi breathing, dan beberapa yang lainnya, tapi yang utama 2 itu. Setiap minggu diingatkan, "Sudah bisa berapa hitungan napasnya?" jadi jiper kalau nggak latihan, hahaha. Baiknya terus menerus dilatih di rumah agar napas kita jadi panjang. Persalinan sangat mengandalkan napas yang tenang, bahkan bisa dari napas saja lho nggak butuh ngejan. Saat persalinan bisa pakai teknik pernapasan yang mana aja sesuai kenyamanan kita, yang penting napas kita dilatih supaya panjang dan tenang dulu.

2. Memperbaiki postur. Selama hamil, postur kita duduk dan berdiri perlu diperhatikan, karena ngaruh banget sama mudahnya bayi kita untuk mutar ke posisi optimal, dan ke kenyamanan ibu hamil juga. Nah saat prenatal yoga ini diingatkan terus, agar panggul mudah terbuka, space lebih luas, dan mengurangi keluhan kita juga. Selalu diingatkan posisi panggul yang baik harus seperti apa, nggak miring-miring dan bikin bayi kita nggak leluasa.

3. Melenturkan otot. Ini juga penting (pokoknya semua penting, hahaha). Kalau otot kaku, lebih sulit panggul terbuka, kita juga jadi nggak nyaman kan. Selalu ditekankan "otot psoas!" hahaha, otot paling besar dan sangat berpengaruh pada saat persalinan nanti.

4. Melatih kekuatan mental. Dikira yoga tuh nggak menantang? Jangan salaaah! Ada beberapa pose yang melatih mental kita untuk bertahan. Kalau kita mulai ragu, capek, gemeteran, diingatkan lagi "Ayooo afirmasi, anggap lagi kontraksi, saya kuat, saya bisa" jadi paham esensinya, kita juga jadi lebih semangat sekalian mengingatkan diri sendiri.

5. Melatih fisik supaya lebih bugar. Melakukan kegiatan fisik otomatis melatih fisik kita juga. Meskipun yoga kelihatan enteng, sesungguhnya butuh banyak konsentrasi dan kekuatan otot. Keringetan loh lumayan. Makin perut besar, pose yang pas trimester 2 rasanya gampang banget di trimester 3 jadi wow mayan. Tentu saja saat persalinan kita nggak tau apakah akan berjalan dalam hitungan menit, jam, atau hari, karena itu butuh ibu hamil yang bugar. Selain itu, aliran darah lebih lancar, manfaatnya untuk ibu dan janin.

6. Melatih relaksasi. Relaksasi itu bukan "cuma". Relaksasi butuh dilatih. Saat persalinan kalau kita panik dan nggak bisa relaks pasti jadi kurang nyaman, apalagi jika proses persalinan lebih panjang. Jadi di Pro V setiap akhir sesi selalu dilakukan relaksasi, karena kalau nggak dilatih sulit bisa relaks. Aku nih bandel jarang latihan relaksasi di rumah....

7. Mengurangi pegal-pegal dan nyeri selama kehamilan. Ibu hamil familiar dengan nyeri punggung bawah, mungkin area panggul dan selangkangan. Saat prenatal yoga kita dikasihtau pose apa yang paling baik dilakukan kalau kita mengalami itu. Kalau kita belum mengalami? Semoga jadi pencegahan agar kehamilan selalu bahagia dan nyaman. Alhamdulillah aku jarang pegal dan nyeri, pernah ngerasain, cuma kayaknya intensitas dan frekuensinya nggak se banyak kalau aku nggak rajin yoga. Tapi sejauh ini, sejak yoga jarang ngerasain pegal atau nyeri. Paling nyeri sekarang sih karena bayi sudah masuk panggul jadi sudah tekan area tulang kemaluan gitu.

8. Koneksi tubuh dan jiwa. Pokoknya yoga tuh menyelaraskan segala aspek deh, dari tubuh, jiwa, raga. Duh bahasanya udah kayak yogini di Ubud aja deh nih hahaha. Selain itu, dilatih untuk selalu terhubung antara ibu dengan janin. Indah deh rasanya.

Kesannya yoga di Pro V Clinic:

1. Suasananya "adem" banget di hati. Ini tempat isinya orang-orang yang care dan sayang sama ibu-ibu hamil. Mbak Mila dan Mbak Ochan keduanya kesayangan semua orang karena selalu menebar kasih. Kayanya nyaman gitu kaya di rumah sendiri. Spiritnya Bu Lanny yang super "adem" terasa di mana-mana meskipun Bu Lanny nya nggak ada di tempat. Karena sering diisi ibu-ibu hamil dan kehamilan adalah perjalanan spiritual jadi tempatnya juga terasa seperti itu.

2. Instruktur berilmu, lembut, perhatian. Mbak Ochan dan Mbak Mila memang memiliki "gaya" yang agak beda dalam membimbing yoga, karena itu coba-coba aja lebih cocok sama yang mana. Kalau aku sama yang mana aja sama-sama enak. Mbak Ochan dan Mbak Mila adalah bidan dan doula, keduanya ilmunya luassss sekali, bisa tanya apa aja dan mereka nggak pernah pelit jawaban, meskipun mungkin bosan pertanyaannya gitu-gitu aja, tapi selalu dijawab dengan tulus sepenuh hati. Enaknya yoga di Pro V itu, bisa tanya apa aja, bener-bener ngebantu banget.

3. Setiap gerakan jelas manfaatnya. Dari awal latihan pernapasan sampai akhir sesi relaksasi, semuanya jelas dan terasa manfaatnya. Langsung "nangkep" ini untuk ini, itu untuk itu. Selalu dijelaskan fungsi dari setiap gerakan, jadi kalau mau latihan sendiri di rumah kita tau fungsi dari yang kita lakukan. Apalagi ada gerakan-gerakan yang membuat kita lebih nyaman kalau lagi merasa pegal/nyeri, jadi bisa dipraktekkan kalau lagi mengalami.

4. Menambah support system yang baik. Jadi kalau kita pernah ikut prenatal yoga di Pro V, kita akan di invite ke grup WhatsApp berisi ibu-ibu hamil lainnya. Di dalamnya saling tukar ilmu, berbagi pengalaman, bisa tanya-tanya apapun, dan Mbak Ochan dan Mbak Mila selalu setia mengingatkan kita untuk latihan di rumah. Mbak Ochan dan Mbak Mila juga sering kasih tahu ilmu baru, mengingatkan pose yoga yang penting dilakukan, soal induksi alami, apa yang dilakukan kalau bayi masih sungsang/lintang, daaaan sebagainya. Pokoknya bermanfaat banget. Ditambah cerita persalinan dari ibu-ibu yang lain, meskipun aku jarang respon tapi semuanya aku baca dan jadi sumber inspirasi dan semangat untuk aku.

5. Aura selalu positif. Sepanjang yoga diingatkan "Afirmasi dede masuk panggul, posisi optimal, anterior" (ini terutama untuk yang sudah mendekati waktu persalinan) dan sebagainya. Yoga di sini membantu aku juga jadi lebih sadar untuk bahagia selama kehamilan. Jadi nggak banyak ngeluh dan terima aja semua yang dirasain, pegel-pegel dikit nyeri dikit yaudah nggak papa.

6. Nggak sekedar yoga. Suka ada ilmu yang di berikan di awal sesi yoga. Kadang berbagi afirmasi positif dan ketakutan masing-masing. Banyak deh tambahan-tambahannya.

Pokoknya pengalamanku sama prenatal yoga sejauh ini positif dan berencana untuk rajin terus sampai kakak bayi siap melihat dunia.

Tips kalau mau yoga di Pro V:

1. Booking dari jauh-jauh hari soalnya banyak sekali yang mau yoga, apalagi hari Sabtu. Kalau satu kali coba terus mau lanjutin, langsung aja booking beberapa sesi supaya memastikan dapat seat. Biasanya sudah bisa booking sampai 2 bulan kedepan, tanya aja sudah dibuatkan jadwal sampai kapan. Langsung aja minta ke mbak di resepsionis mau tanggal segini segini segini, terus catat di kalendar hp, daripada nggak dapat seat sedih loh.

2. Kalau jadwal yang kamu mau adanya waiting list, gapapa taro nama aja. Aku selama ini waiting list selalu dapet alhamdulillah, meskipun udah nama ke 3 hehe.


Semoga bermanfaat!
Much love

Ide Kado Untuk Ibu Baru Melahirkan

Sunday, 11 March 2018

Kalau belum pernah hamil dan teman ada yang hamil duluan, pasti bingung mau kasih kado apa, ujung-ujungnya kasih baju aja deh dari Mothercare (habis itu yang paling gampang kayanya yaaa) hahaha. Padahal kalau baju pasti sudah banyak disiapkan, plus baju tuh sebentar banget kepakenya.. Jadi aku bikin post ini untuk membantu kalian yang lagi bingung mau kasih apa untuk teman yang lagi hamil. Ini bukan kode loh yaa! Aku dengan terus terang minta A atau minta B ke teman-temanku jadi apa yang mereka beliin tuh tepat sasaran dan aku beneran butuh... Apapun yang kamu mau beli, sebenarnya memang lebih baik kroscek dengan si ibu hamil apakah sudah punya atau belum, tapi kalau mau kasih kejutan, ya nggak apa-apa banget juga kok. Berikut beberapa ide dariku yaaa...


1. Nursing Pillow
Sekarang sudah banyak sekali yang jual nursing pillow, ibu-ibu zaman dulu sih pakai bantal biasa, cuma nursing pillow ini dibuat agar ibu menyusui lebih nyaman. Motifnya segala macem deh ada di Instagram. Kebetulan aku sudah punya, dapat dari @baby.loop

2. Nursing Cover
Bermanfaat untuk ibu-ibu yang berniat menyusui anaknya di mana-mana. Kayanya setiap ibu punya 1 aja deh sedia. Aku beli di Cottonseeds, bahannya adem dan lembut banget tapi nggak nerawang, insya Allah nggak mengganggu pernapasan bayi karena nggak tebal bahannya. Ada lagi yang terkenal dari Bebe Au Lait.

3. Cooler Bag
Ini adalah salah satu hadiah yang aku minta dari temanku. Cooler bag berfungsi untuk menyimpan ASIP dan breastpump kalau ibu lagi keluar rumah, atau kalau tengah malam pumping dan terlalu ngantuk untuk jalan ke kulkas, bisa disimpan di cooler bag dulu. Merk yang terkenal Gabag, tapi aku beli Natural Moms yang model lebih baru, insulatornya lebih bagus deh kalo nggak salah dari yang lama, belinya di @buy.asikubanyak.

4. Termometer
Ini juga salah satu yang aku minta dari temanku hahaha! Soalnya lumayan euy termometer harganya xD Sekalian minta yang mahalan haha. Kalau mau kasih mungkin cari yang infrared. Dari yang aku baca, mesti punya termometer di rumah, karena kan kepake juga sampai anak kita besar nggak hanya waktu bayi saja.

5. High Contrast Books, Set Buku Cerita
Berguna banget untuk stimulasi bayi newborn. Kalau mau kasih buku cerita yang isinya kalimat pendek-pendek juga boleh. Soalnya kalau buku cerita yang tulisannya banyak, mungkin nggak langsung kepake. Tapi aku tetep seneng banget kalau ada yang kasih perbukuan sih, soalnya aku waktu kecil juga suka banget baca buku. Daripada nonton TV terus kan anaknya, bisa jadi media orangtua untuk rajin interaksi sama anak juga dengan dongengin buku cerita. Aku sudah punya dari Rabbit Hole, dan di Gramedia juga banyak dijual. Yang terkenal lainnya ada terbitannya Hello Baby, atau buku Oh! Si Burung Hantu.


6. Silicone Breast Pump
Awalnya aku nggak tau sama sekali kegunaan breast pump ini. Ternyata dia tuh di caplokin/ditempelin di payudara saat bayi lagi nyusu di payudara satunya (kalau bayi nyusu di kanan, pump ini buat nadahin payudara kiri), jadi ASI yang netes-netes di payudara satunya nggak kebuang. Siapa tau temen kamu belum tau adanya barang ini, soalnya aku juga baru tau pas hamil 8 bulan hehee.... Contohnya ini punya Mooimom (kok mahal banget di websitenya, di Tokopedia jauh lebih murah hahaha).

7. Multi Function Muslin Swaddle
Ini nih yang lagi booming yah. Muslin swaddle ini selain lembut banget tapi kegunaannya juga banyak. Ada yang dibuat dari campuran bamboo dan cotton, ada yang full cotton, ada yang full bamboo. Yang ada bamboo nya lebih halus daripada yang cotton semua. Aku sendiri sama sekali nggak beli bedong "biasa", yang aku beli muslin semua. Ukurannya besar, jadi bisa dijadikan alas, selimut, buat nursing cover juga bisa karena bahannya breathable. Kepake nya bisa lama. Kalau mau yang bermerk, ada Aden + Anais, atau Weegoamigo (bisa beli di @baby.chic.shop). Tapi yang nggak bermerk juga sudah bagus kok, ada di Hoppipolla Kids di Instagram contohnya, tapi banyak juga online shop lain yang jual.

8. Bath Linen Set
Misalnya satu set handuk, wash cloth dan wash mitt. Aku suka bath linens nya Little Palmerhaus, bisa di bordir nama lagi.

9. Playmat
Ini buanyaaak banget modelnya. Ada yang dari bahan kain, ukuran lebih kecil dan cuma jadi background foto aja, desainnya lebih "kekinian"; ada yang biasa kita liat di toko mainan seperti ELC, ada mainannya, gantungan-gantungannya, bisa nyalain lagu ini itu, biasanya warna warni; ada yang ukuran besar, bahan PE atau PVC, waterproof, gampang dibersihin, kepake sampai anak besar. Aku minta sama temanku playmat yang terakhir, model karpet gitu aja, tapi kalau dibeliin playmat yang ada mainannya gitu aku juga nggak nolak hehehe. Harga playmat dari yang ratusan ribu sampai jutaan ada semua. Untuk yang bahan PE, ada Living Codi, Parklon, Coby Haus, dan lain-lain. Note ya ibu-ibu, aku dikasihtau sumber terpercaya kalau playmat yang bentuknya puzzle kayak karet itu sudah tidak direkomendasikan, karena nggak aman untuk masuk mulut kalau digigit atau dijilat anak. Cari tahu apakah playmat yang mau kita beliin buat teman food grade yaaa.

10. Stroller Liner
Banyak ibu-ibu yang pakai selimut aja atau muslin untuk jadi alas stroller, jadi kalau dibeliin stroller liner beneran insya Allah bermanfaat. Tinggal cari di Tokopedia "stroller liner". Dua merk yang sering muncul Borny dan Mamas and Papas, Petitmon juga lagi naik popularitasnya. Tapi pastikan dulu temanmu memang beli stroller yaaa..

11.Toys, Bouncer
Perlengkapan tersier ini gak semua ibu-ibu siapin. Aku sendiri nggak beli mainan sama sekali untuk anak, belum kepikiran dan bingung mau beli apa, takut overstimulate atau nggak kepake. Pasti senang-senang aja terima mainan. Mungkin bisa liat-liat mainan edukasi, rattle, soft book, mainan yang bisa bunyi lullaby (gatau namanya apa hahaha), teether juga butuh tuh buat nanti saat gigi mau tumbuh. Bouncer juga banyak yang menjadikan kado, menurutku memang bisa kepake, apalagi kalau anaknya betah. Banyak bouncer yang bisa dipakai dari newborn sampai toddler. Aku sendiri sudah ada bouncer, karena nanti akan mengurus sendirian di rumah, jadi butuh kalau aku harus ke toilet sebentar misalnya.

12. ASI Booster
Nah ini sudah banyakkkk jenisnya yang praktis. Berbagai macam minuman dengan berbagai rasa kayak Wake Wake atau @mamanduyasibooster, cookies ASI, atau mau kasih Blackmore's, Nature's Way Blessed Thistle dan Fenugreek misalnya. Terutama kalau ibu repot ngurus bayi sendiri kayak aku, belum pernah makan daun katuk, jadi masaknya, beberesnya sudah repot, udah gitu belum tentu suka lagi sama rasanya. Aku mau nih kalo ada yang mau kasih! Hahahahaha. Aku liat ada paketan di @boosterasi.



Untuk yang budget nya besar:
13. Car Seat
14. UV Sterilizer
15. Kursi goyang yang nyaman untuk menyusui

Beberapa kado yang nggak aku sarankan:

BAJU! Karena baju bayi kepake cuman sebentar, kalau mau beliin baju udah gemes banget gapapa, tapi beliin ukuran di atas 6 bulan atau 1 tahun aja yaaa..

"Kosmetik" bayi seperti cologne, bedak, body lotion, hair lotion, dan sejenisnya. Kenapa? Karena jaman sekarang makin banyak ibu-ibu yang berniat untuk nggak pake beginian, termasuk aku :) Kenapa Adani kok nggak pake? Karena the less we do to our baby's skin, the more we protect it. Kalau mau beliin yang manfaatnya untuk itu, mending beliin extra virgin coconut oil aja, udah serbaguna deh tuh minyak.

Prewalker shoes soalnya buat apa? Tapi kembali lagi kamu yang kenal temanmu yahhh siapa tau dia emang seneng banget sama sepatu bayi.

Gendongan kecuali kamu memang yakin gendongan yang kamu belikan sudah ergonomis dan aman. Kalau mau beli merk terkenal juga mesti waspada, tembakannya banyak. Bahaya kasih yang KW KW untuk bayi.

Botol susu dan empeng karena sifatnya personal banget, ada yang mau pakai ada yang nggak. Kalau mau beliin dot mungkin bisa tanyakan dulu sama ibu hamil apakah memang berniat pakai dot, kalau iya pengennya merk apa, empeng juga yahhhh, aku personally nggak rencana pakai empeng hehe, botol susu juga nggak beli dan belum rencana.

Yang aku inget sekarang ini itu dulu, nanti kalau ada tambahan aku update yah!

Kepada ibu-ibu yang ingin memberikan masukan kado apa yang dibutuhin, bisa tulis di comment! :)

Semoga bermanfaat.


Copyright © Adani Nurimanina
Design by Fearne