Pengalaman Trimester Pertama

Sunday, 10 December 2017

Karena aku baru tau aku hamil saat usia kehamilan 7 minggu, jadi trimester pertama terasa pendek. Saat sudah masuk minggu ke 14, mikirnya "Beneran udah selesai trimester 1 nya? We made it!" Meskipun hanya 'sebentar', tapi aku ngerasain berbagai hal. Alhamdulillah meskipun menjalani ini itu nggak ada yang berlebihan bikin nggak nyaman, semua bisa dilewati dan sekarang yang diingat semua yang baik-baik :)

Saat usia kehamilan 7-8 minggu, beberapa hari setelah tahu aku hamil :)

Beberapa gejala yang aku alami:

1. Mual / morning sickness: Namanya 'morning' sickness tapi misleading karena mualnya nggak hanya pagi aja, tapi pagi, siang, sore, malam. Kalau terlalu lama di mobil dan saat di pesawat juga mual. Aku alami ini puncaknya pada minggu ke 5 sampai ke 8. Setelahnya hanya sesekali mual, terutama saat pergantian minggu, misalnya hari terakhir minggu ke 9 dan hari pertama minggu ke 10. Mual ini bikin aku pilih-pilih makan, dan nggak bisa pakai celana jeans. Dokter bilang "Sering nyemil aja, soalnya kalau makan berat langsung kenyang itu bikin mual". Selama trimester pertama nggak pernah muntah, karena seumur hidupku memang aku jarang sekali muntah. Beberapa kali hampir muntah tapi terus nggak jadi. Setiap ibu hamil mengalami tingkat mual yang berbeda, ada juga yang nggak mengalami mual sama sekali. Memang nggak mengalami mual itu mungkin pertanda yang kurang baik, tapi nggak perlu terlalu khawatir, bisa jadi itu karena badanmu mampu cepat beradaptasi dengan hormon HCG. Consider yourself lucky!

2. Fatigue, kelelahan: Yang paling diingat dari trimester 1 adalah rasa capek, betul-betul nggak ada energi. Wajar karena tubuh kita mengerahkan segalanya untuk tumbuh kembang janin yang pada saat ini masih sangat rapuh. Lemessss terus. Pokoknya sampai akhir trimester 1 masih lemas.

3. Payudara nyeri: Di sekeliling aku, aku belum menemukan ibu yang mengalami ini, tapi saat Google ternyata banyak yang mengalami. Bisa dibilang jadi agak bengkak juga. Pakai bra jadi nggak nyaman banget, karena nyeri setiap buka bra dan nggak bisa kesenggol atau dipegang.

4. Nyeri bagian perut dari tengah sampai bawah: Wowww ini dia. Jadi saat minggu ke 8, aku mengalami 2 hari di mana perut rasanya nyeri akut, saat itu mau berdiri dan jalan aja sulit. Sedikit khawatir dan panik, tapi nggak tau kenapa in the back of my mind seperti aku percaya it's fine. Sempat riset sendiri jadi nggak tau sebenarnya memang karena ini atau nggak, tapi ini yang paling masuk akal. Nyeri yang aku rasakan umum disebut round ligament pain, disebabkan otot-otot yang jadi lebih loose dan rahim serta otot yang meregang, making space for the baby (cmiiw). Nyerinya nggak sampai punggung dan pangkal paha, hanya di perut aja. Kalau nggak salah rata-rata orang mengalami ini saat trimester 2, jadi memang minggu ke 8 itu terbilang early untuk aku merasakan nyeri yang kayak gini.

5. Tumbuh rambut halus di perut: Haha ini gejala yang lucu. Aku ngikutin kehamilan Rachel Vennya jadi aku tau dia juga mengalami ini. Rambut halus di perut jadi makin banyak dan panjang, semakin terlihat.

6. Keputihan: Keputihan adalah gejala yang normal saat hamil, tapi bisa juga merupakan pertanda adanya infeksi di bawah sana. Kalau kamu mengalami ini dan mengganggu, konsultasi ke dokter ya!

7. Konstipasi: Ini nih yang lumayan nggak enak. Sulit mau BAB. Curhat ke Mama malah bilangnya "Itu mah harusnya nanti kali pas udah hamil tua" hahaha malah ga enak jawabannya! Saat trimester pertama sulit berpikir untuk makan sehat (padahal penting!) karena mual dan makan pilih-pilih, jadi lah konstipasi. Ditambah tubuh kita lagi beradaptasi dan membuat ruang untuk rahim, organ mulai tergeser-geser yang sampai nanti 9 bulan organ pencernaan kita hanya disisakan tempat sedikit. Sebisa mungkin harus banyak makan makanan yang berserat, kalau sulit makan sehat, seengganya banyak-banyak minum air putih. 

Untuk gejala fisik sepertinya kurang lebih ini yang aku rasakan. Aku nggak mengalami flek karena implantasi, jadi nggak bisa cerita tentang itu. Mentally, karena aku sadar resiko terjadinya sesuatu yang nggak sesuai harapan itu lebih besar selama trimester 1, aku jadi lebih guarded dan menjaga diri agar tidak terlalu excited. Rasanya campur aduk, nggak bisa dijelaskan. Aku senang tapi nggak bisa senang BANGET dan selalu waspada (nggak berlebihan lho ya). Aku melatih diri untuk berserah... Apapun yang terjadi adalah yang terbaik untuk aku dan jabang bayi.






Post a Comment

Copyright © Adani Nurimanina
Design by Fearne