Self Care During Pregnancy

Friday, 29 December 2017

Berhubung sekarang aku lagi hamil, maka aku akan berbagi tentang apa yang aku rasakan dan jalani selama kehamilan. Semoga artikel ini berguna untuk sesama ibu hamil dan calon ibu di luar sana. Aku bukan ahli, hanya ingin cerita dan berbagi saja.
Poin-poin yang aku jabarkan di sini sebagai pelengkap untuk tips self care umum, misalnya makan sehat, banyak istirahat, dan lain-lain. Menurutku ada beberapa hal yang dapat membantu ibu hamil menjalani kehamilan dengan lebih nyaman, tenang dan bahagia:



1. Pilih komentar / saran siapa yang kamu dengarkan: Saat hamil, kemungkinan orang-orang sekitarmu memberikan unsolicited advices lebih tinggi, ini bisa membuat perasaan kita nggak nyaman. Perempuan lebih sensitif saat hamil, karena itu lebih hati-hati dalam bicara yaa.. Aku bersyukur komentar tidak enak untukku sejauh ini hanya sedikit. Ibuku sangat pengertian, padahal awalnya kupikir beliau akan lebih bawel dan nyebelin saat aku hamil. Kita juga harus melatih diri untuk tidak banyak memikirkan perkataan orang yang kurang baik. Jika dirasa sulit, kita pilih-pilih saja mau main dengan siapa selama hamil. Daripada kita ketemu si A bawaannya kesal malah kasihan janin dalam perut, sangkain kita marah sama bayi, padahal mah karena orang lain. Nanti saja ya om dan tante ketemu lagi nya setelah melahirkan dan udah terbiasa urus anak, daripada aku sakit hati, hehe...

2. Pilih support system yang sesuai dengan kebutuhanmu: Dokter kandungan sangat banyak dan kadang masing-masing memiliki filosofi yang berbeda. Namanya saja support system, berarti fungsinya adalah mendukung ibu hamil! Keinginan, kebutuhan, kenyamanan ibu hamil harus jadi yang utama. Tidak ada salahnya keliling cari dokter yang tepat untuk kamu.

Tidak hanya dokter, sebenarnya secara keseluruhan, selama 9 bulan lebih ini we choose who we surround ourselves with... Berkumpul dengan orang-orang yang paham dengan kondisimu, kadang kita nggak bisa selalu bilang apa yang kita rasakan dan butuhkan. Berkumpul dengan orang-orang yang kamu percaya, jika terjadi sesuatu, mereka benar-benar akan menolongmu dengan ikhlas. Daripada kita sedih merasa sendirian, padahal lagi rame-rame. Kalau ada yang nggak ngerti, ya bukan salah mereka, kita yang harus pilih lingkungan yang membuat kita nyaman selama hamil.

3. Libatkan pasangan, kehamilan ini milik berdua: Aku sangat bersyukur pasanganku sangat terlibat dalam kehamilan ini. Aku minta dia ikut kelas ini, seminar itu, dia mengiyakan. Aku belikan dia buku, dengan semangat dia baca. Semoga hatinya juga ikhlas, haha. Penting untuk diingat oleh bapak-bapak kalau kehamilan ini milik berdua! Tanam kedekatan dengan janin sejak di dalam perut, baik ibu maupun ayah. Suamiku sering ajak janin ngobrol, sedangkan kalau aku masih kaku kalau di depan suami, tapi kalau lagi sendirian sih suka ajak ngobrol.. Habis kan lucu yah, seakan-akan ngomong sendiri, padahal kan nggak. Suami sangat pengertian kalau aku kadang rewel, suka capek, ingin dipijetin, dan hal-hal kecil lainnya. Aku percaya sekali sama suami dan dia jadi tempatku bersandar. Penting untuk ibu hamil tidak merasa seperti dia sendirian, karena itu temani, dukung, coba pahami, meskipun suami secara fisik tidak 'merasakan' hamil itu seperti apa.

Sebenarnya, zaman sekarang ini semakin banyak suami menyadari betapa pentingnya peran dan kehadiran mereka dalam kehamilan istri. Malah kalau nggak terlibat tuh nggak keren ah!

4. Belajar: Aku sama sekali tidak ingin menggurui orang lain, tapi selama kehamilan ini, dengan banyak belajar aku merasa betul-betul terbantu. Anggaplah ikhtiar menghindari cemas dan panik, terutama saat hari melahirkan nanti. Kalau dari awal kamu sudah yakin "Aku terserah dokter aja ah nanti!" atau "Aku takut melahirkan normal..." dan lain-lain, itu adalah hak mu. Kita semua sama-sama belajar, dan pastinya tidak ada yang ingin menyakiti diri sendiri apalagi janin. Untukku, bermanfaat sekali untuk paham, induksi tuh apa sih? Kenapa dan kapan dilakukan? Kapan bisa disebut ketuban pecah dini? Kondisi apa saja yang mengharuskan operasi caesar? Bagaimana caranya melahirkan dengan rasa tenang, nyaman, bahagia? Episiotomy atau nggak? Kenapa harus aktif, harus olahraga, manfaat yoga? Apalagi untuk aku yang orangnya panikan... Aku coba untuk paham semuanya semampuku. Perjuangan ibu identik dengan teriak-teriak, cakar suami, kalau tanya orang, apa yang diingat dari melahirkan? SAKIT! Karena itu ibu hamil jadi takut dan khawatir, karena itu belajar, bisa nggak sih, mindset itu diubah? Siapa sih yang nggak ingin melewati kehamilan dan melahirkan dengan damai. Yang terpenting, belajar ikhlas dan berserah. Yakin saja tidak ada usaha yang sia-sia. Hasilnya bagaimana? Ya harus berserah. Persiapan ketemu tamu agung lho! Anggap hadiah untuk bayi, dan untuk diri sendiri karena menjalani kehamilan dengan sadar semoga terhindar dari penyesalan. Semoga pengalaman kita hamil dan melahirkan sesuai dengan harapan, minim trauma dan penuh cinta, aamiin... Kembali lagi ke poin nomor 2, fungsi pendukung adalah mendukung keinginan dan kebutuhan ibu, karena itu ibu hamil harus tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan. Karena setiap orang dan setiap kehamilan berbeda. Kembali lagi ke masing-masing ya, kalau nggak mau ya rapopo :) Mungkin di post lain akan aku bahas lebih dalam yaa...

Sekian dariku kali ini. Semoga bermanfaat :)

Much love,
x

Post a Comment

Copyright © Adani Nurimanina
Design by Fearne