5 Ketakutan dan Afirmasi Positif Ibu Hamil

Tuesday, 6 March 2018

Halo teman-teman!
Ternyata mendekati akhir masa kehamilan ini justru jadi ingin menulis terus... Padahal sebelum-sebelumnya ingin nulis pengalaman Trimester 2 dan Trimester 3 tapi mood nya nggak datang-datang. Hari ini mau share tentang beberapa ketakutanku dan afirmasi positifnya.

Afirmasi positif tuh apa sih? Kalimat-kalimat positif yang aku ucapkan ke diri aku dan bayi sepanjang kehamilan, berisi harapan, keinginan, impian aku ingin kehamilan dan persalinan seperti apa. Istilahnya praktekkin ungkapan "ucapan adalah doa" gitu lah. Berbagai afirmasi positif ini diulang sesering mungkin, setiap teringat, berusaha supaya secara otomatis sudah diterima dan tertanam dalam diri aku, and then say it more, again and again. Anjuran untuk melakukan ini aku dapatkan dari belajar di Pro V Clinic, dan berbagai sumber ilmu lainnya.

Afirmasi positif dibentuk dalam kalimat positif, jadi tanpa menggunakan kata-kata seperti "tidak", "mungkin", "akan", "nanti", "jangan", dan sejenisnya.

Berikut ini adalah beberapa contoh ketakutanku, yang sungguh sebenarnya personal untukku, tapi mungkin dengan aku sharing jadi banyak yang mendoakan, hehe, dan afirmasi positifnya...



5 Ketakutan:

1. Ada kondisi bayi yang mengharuskan dipisah dengan ibunya (misalnya: hyperbilirubinemia)
Karena aku ingin menyusui bayi sesering mungkin, apalagi di hari-hari pertama kehidupannya. Aku nggak kebayang anakku yang biasa sama aku selama 9 bulan kemana-mana di dalam perut, lahir ke dunia, lalu harus "sendirian" jauh dariku, aku nggak bisa lihat tanda-tanda dia lapar, nggak nyaman, karena aku percaya ibu dan bayi harus selalu digabung sama-sama.

2. Melahirkan dengan operasi caesar
Memang banyak sekali perempuan yang melahirkan melalui operasi caesar, baik karena ada indikasi atau karena pilihan--misalnya karena takut melahirkan pervaginam. Melahirkan dengan cara apapun we are all the same, we're all mothers. Aku kebalikannya, aku belum pernah operasi seumur hidupku, diopname aja nggak pernah. Mau gimanapun juga, operasi caesar adalah operasi besar, dengan waktu pemulihan lebih lama. Aku takut harus dianastesi, takut ini itu nya operasi, pokoknya takut aja xD Aku juga mengusahakan sekali untuk melahirkan pervaginam karena ketika perempuan hamil, maka "jalan keluarnya" juga sudah disiapkan, yaitu vagina. Semoga nggak ada indikasi yang mengharuskan aku operasi...  Mohon doanya ya teman-teman.

3. ASI belum keluar saat dibutuhkan, ASI kurang
Kembali ke poin nomor 1, ketika bayi dipisah otomatis tekanan untuk ASI segera "banyak" jadi lebih tinggi, aku harus pompa dan bayi nggak sama aku, padahal seperti yang kita tau, produksi ASI menyesuaikan dengan kebutuhan bayi, hari-hari pertama lambung bayi masih sangat kecil, karena itu ASI juga belum "banyak". Selain itu, aku takut saat sudah lewat 2-3 hari setelah melahirkan ASI belum keluar (karena kalau bayi sehat, gabung sama ibu boleh ya ditunggu sampai 3 hari). Pokoknya pengennya ASI segera keluar, memenuhi kebutuhan bayi.

4. Ketuban pecah dini
Aku ingin banget menjalani persalinan dengan aktif. Bisa goyang-goyang di gymball, bebas melakukan gerakan yoga, bebas jalan-jalan, bebas labor dance sama suami, bisa mandi air hangat, joget-joget, pokoknya aktif, sedangkan ketika ketuban pecah dini gerakan ibu akan banyak dibatasi, ditambah diburu waktu juga, menambah tekanan buat aku dan bayi.

5. Perineum robek atau episiotomy
Ini adalah ketakutan bagi banyak sekali ibu hamil.

Afirmasi Positif:

1. Anakku sehat sempurna jiwa raga, lahir batin, fisik mental.
2. Persalinanku berjalan dengan lancar, alami, penuh cinta, minim trauma dan minim intervensi.
3. ASIku deras, cukup untuk bayiku segera setelah lahir.
4. Selaput ketuban utuh, air ketuban cukup, jernih, menjaga amanahnya melindungi anakku selama di dalam rahim. Aku kuat, semangat, aktif selama persalinan.
5. Perineumku utuh, lentur. Jika perlu dijahit, aku tenang, nyaman, anastesi bekerja dengan baik.

Ini hanyalah beberapa contoh dari afirmasi positif, aku juga suka mengucapkan afirmasi positif yang lain...

"Aku peka atas tanda yang diberikan anakku, kami menjalin hubungan yang dalam dan aku paham apa yang diinginkan anakku"
"Aku, anakku, dan ayahnya bekerjasama dengan baik, sepanjang persalinan dan setelahnya dalam merawat, membesarkan anak-anak"
"Tubuhku dirancang sempurna untuk melahirkan anakku. Aku menerima, menjalani semuanya dengan ikhlas dan berserah" 

Misalnya kalau lagi teringat soal lilitan tali pusat, aku akan bilang ke anakku "Kak, kalau main sama tali pusat diletakkan lagi di tempatnya yaa.. Supaya kakak nyaman, bebas, mudah turun ke jalan lahir dengan optimal. Kalau kakak nyaman, ibu juga nyaman deh"

Tidak lupa mendoakan plasenta, apalagi kalau habis dengar cerita tentang ibu hamil yang dibilang "plasentanya tua" sama dokter... "Plasenta sehat, posisi optimal, memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayiku di dalam rahim"

Aku juga berusaha supaya aku selalu tenang, nyaman, sabar, pasrah dan ikhlas. Nggak ada yang tahu hari H akan seperti apa... aku menerima, ikhlas! Ikhlas, menerima segala yang dialami, dirasakan.

Setiap ibu hamil memiliki keraguan dan concern masing-masing, karena itu identifikasi apa yang kamu takutkan, lalu tuliskan afirmasi positifnya. Ada yang takut keluarga rempong dan nggak mendukung, ada yang takut melahirkan nggak ditemani suami, ada yang takut sakitnya kontraksi.

Ini hanya beberapa contoh aja, kalau googling sudah banyak sekali contoh afirmasi positif yang lain.

Semoga dengan mengucapkan, meyakini harapan kita berulang-ulang kita menjadi lebih nyaman, santai, dan berani ya ibu-ibu. Semoga kehamilan dan persalinan kita semua sesuai dengan harapan dan rencana. Nggak ada yang perlu ditakuti dari sesuatu yang sangat natural.

Sekian dariku hari ini, semoga bermanfaat ya ibu-ibu.



Post a Comment

Copyright © Adani Nurimanina
Design by Fearne